Januari 16, 2008

Diah Permatasari Telanjang

Posted in Agama at 7:24 am oleh airhoejan

 

 jilbab.jpg

 

Sebenarnya males untuk berkomentar, tapi hal ini perlu diluruskan. Karena ini menyangkut akidah dan hal ini berdampak pada masyarakat. Takutnya pemikiran semacam ini hinggap pada Ummat.

Setahun yang lalu saya pernah mengomentari masalah Undang-Undang Pornografi dan Porno Aksi, dan tulisan itu ternyata di respon oleh banyak kalangan. Terutama kalangan pemerhati politik dan hukum. Kritikan bahkan hujatan mampir ke blog lama saya. Dan ternyata banyak manfaatnya juga, saya jadi mendapat banyak saudara. Mereka yang menghujat akhirnya jadi teman saya dalam banyak diskusi. Bahkan saya diundang dalam beberapa acara mereka. Yang mengagetkan saya tulisan itu pun di respon oleh Ketua MPR DR. Hidayat Nurwahid. Tapi sayang karena virus yang ada di komputer saya semua berkas tulisan itu tidak saya dapatkan lagi. Satu kekurangan yang ada dalam diri saya, ketika sudah di tulis dan terlintas dalam fikiran saya, saya tidak mampu mengungkapkan hal itu untuk kedua kalinya.

Seingat saya, saya membahas masalah undang-undang anti pornografi dan porno aksi itu di bahas dari pertentangan kelas. Di bahas dari sudut pandang yang berbeda. Ke-Universalan sebuah Undang-Undang. Tidak seperti yang dibahas oleh Ummat Islam saja, tapi juga untuk semua agama. Bahkan untuk orang yang tidak memahami atau pobia terhadap agama. Seingat saya, saya membahas masalah itu dari sudut budaya dan perkembangan filsafat. Dan hasilnya cukup lumayan, saya mendapatkan banyak sekali masukan-masukan baru.

Kali ini saya tidak ingin membahas banyak masalah Undang-Undang tersebut. Karena terlalu lebar nanti pembahasan yang ingin saya sampaikan sekarang.

Saya tergelitik dengan pernyataan Diah Permatasari di sebuah Infotaiment kemarin, Diah memaparkan bagaimana dan apa dalam hidupnya setelah dia melakukan ‘ritual’ ibadah haji. Maaf saya terpaksa menggunakan kata ‘ritual’. Karena memang sejauh ini yang di paparkan oleh Diah adalah hal-hal yang berbau ritual saja dan saya menilai hal itu tidak membumi ke dalam hati Diah.

Kenapa saya berani mengatakan demikian? Karena saya mendengar Diah menyampaikan apa-apa yang dia alami di Arab Saudi hanya sebatas ritual saja. Dan hal itu tidak memberikan perubahan apapun pada Diah. Sebagai seorang Hajjah, dia tidak merubah apapun pada kehidupan pribadinya. Bahkan dengan semangatnya Diah memberikan pembelaan saat wartawan bertanya padanya mengenai, “apakah Diah akan merubah tampilannya setelah melakukan ibadah Haji?” Diah mengemukakan dengan lantang bahwa Jilbab itu bukan kewajiban bagi seorang Haji. Dan yang terpenting bukan tampilan luarnya, tapi yang terpenting di dalam hati.

Wow… dikesempatan kali ini saya tidak akan membacakan ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa MENGENAKAN JILBAB ADALAH WAJIB. Dengan pasal itu saya bisa membuat Diah tidak bisa berkutik, bahkan dengan ayat itu saya bisa katakan dengan lantang bahwa Diah termasuk orang yang MENGINJAK AL-Qur’an. Kenapa? Dia tahu bahwa Allah mewajibkan bagi perempuan beriman untuk menutup AURATNYA. Tapi apa kenyataannya, Diah bicara di depan publik bahwa tidak ada kewajiban bagi wanita untuk mengenakan jilbab walaupun sudah melakukan ibadah Haji. Kalau boleh lebih keras lagi, saya katakan bahwa HAJI ataupun belum Haji JILBAB ADALAH WAJIB.

Oke, saya akan membahas masalah ini lebih soft. Saya khawatir nanti saya dibilang menggurui. Saya berkeyakinan bahwa Islam adalah agama yang Universal, aturannya bisa diterima oleh siapapun. Oleh agama manapun. Maka saya berani untuk mendiskusikan hal ini.

Manusia memiliki beberapa hal yang privat dalam hidupnya. Hal yang privat itu biasanya di tutupi. Misalnya : alat reproduksi. Secara insting maka semua hal yang privat dalam diri manusia ditutupi. Dari zaman batu pun hal yang privat itu ditutupi. Perempuan memiliki alat reproduksi vagina. Dan hal itu ditutupi. Setelah zaman peradaban masuk disadari bahwa ternyata buah dada adalah juga alat reproduksi, maka hal itu juga ikut dan seharusnya di tutupi. Agar tidak terlihat bentuknya dan supaya bisa disamarkan. Jadi agar semua bisa di tutupi, maka perempuan di tutup dari atas kepala sampai ke dada, itu perintah Al-Qur’an. Masalahnya sekarang banyak sebagian perempuan muslim salah mengartikan. Yang di tutup hanya kepala, tapi dada tidak tertutupi.

Jika kita melihat ajaran agama Yahudi Ortodoks pun demikian, perempuan Yahudi menutupi dirinya dengan sangat rapi. Begitu juga dengan kaum Nasrani. Dan Islam datang untuk menyempurnakan hal ini.

Sebenarnya rambut wanita dan rambut pria memiliki hak yang sama untuk dibiarkan terbuka. Maka bagi kaum wanita adalah lebih baik banyak di rumah untuk bisa membebaskan rambutnya dan bisa menjaga dirinya dari fitnah apapun. Seorang wanita mempunyai tugas privat di rumah dan tentunya hal ini Allah atur hanya untuk membagi tugas. Bukan permasalahan pelarangan wanita untuk beraktivitas. Islam bukan Taliban yang melarang kegiatan di luar rumah atau bersosialisasi dengan masyarakat. Tapi hanya berbagi peran. Peran seorang ayah di rumah pun sangat banyak dalam Islam.

Pesan saya untuk Diah dan wanita-wanita yang belum mengenakan Jilbab, jangan cari pembenaran dengan alasan belum siap ataupun belum tumbuh dari hati yang paling dalam. Sebab dengan tampilan luar pun kita bisa melihat apa yang ada di dalam. Tapi yang sudah berjilbab juga jangan terlalu bangga, karena hati anda tetap ada yang mengawasi. Untuk para lelaki, jaga pandangan anda. Karena itu tugas utama yang diminta Allah pada kita yang mengaku beriman…….

Jakarta 1 Muharam 1429 H

About these ads

1 Komentar »

  1. rijalabdullah said,

    Saya sependapat dengan anda, bahkan mungkin lebih tegas saya sampaikan bahwa orang-orang yang mengambil ayat-ayat Allah dengan cara seperti itu disamakan oleh Allah dengan binatang.
    Banyak para selebritis yang notabene adalah seorang Hajjah (Haji agak jarang) seperti diah itu. Tapi walau demikian kita perlu juga tetap berdoa semoga yang sesat itu dapat kembali ke jalan lurus.Amiin ya ndak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.